Jadi Korban Pinjaman Online? Pahami 7 Ciri-ciri Fintech Ilegal

korban pinjaman online

DuniaFintech.com – Tentunya tidak ada yang mau menjadi korban pinjaman online palsu. Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, penting untuk mengetahui karakteristik fintech pinjaman liar. Sejak Januari 2020 hingga sekarang sudah ada ratusan perusahaan pinjaman fintech ditemukan oleh Gugus Tugas Peringatan Investasi (SWI).

Awal Juli lalu, SWI bersama dengan Kepolisian Indonesia (Polri) kembali menemukan 105 perusahaan pinjaman fintech yang tidak terdaftar dan tidak memiliki izin resmi untuk beroperasi.

Menurut Co-Founder & CEO Investree dan Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Adrian Gunadi, kehadiran perusahaan pinjaman fintech ilegal di Indonesia tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia.

AFPI adalah asosiasi resmi yang ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengawasi dan mengarahkan setiap kegiatan pemberian layanan pinjaman fintech. Pembentukan AFPI dilakukan untuk memberikan perlindungan bagi pengguna layanan pinjaman fintech, baik pemberi pinjaman dan peminjam dana.

Baca juga:

  • Pinjam Uang Hanya dengan KTP Tanpa Slip Gaji, Ini Tempatnya!
  • Pinjaman Online untuk Siswa Ramah Saku
  • Ingin Mendapat Penghasilan Pasif? Lakukan Cara Ini!
  • Tips belajar saham untuk pemula ini bisa membuat Anda beruntung!
  • Kunci Sukses Menjadi Miliarder di Usia Muda

Di tengah maraknya perusahaan pinjaman fintech ilegal Penting untuk mengenali karakteristiknya sehingga dapat mengantisipasi kerugian lebih lanjut dan memutus daftar korban pinjaman online ilegal.

Berikut adalah tujuh karakteristik perusahaan pinjaman fintech ilegal menurut Ketua AFPI Adrian Gunadi:

  1. Tidak memiliki izin resmi dari OJK

Periksa status perusahaan pinjaman fintech atau pinjaman online di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pastikan perusahaan telah memperoleh izin dan terdaftar di pihak berwenang.

  1. Tidak terdaftar sebagai anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)

Sebelum mengajukan pinjaman atau pendanaan, pastikan perusahaan pinjaman fintech telah menjadi anggota AFPI melalui situs web resmi AFPI di www.afpi.co.id.

  1. Tidak ada identitas dan alamat kantor yang jelas.

Pastikan perusahaan pinjaman fintech memiliki identitas dan alamat kantor yang jelas. Ini harus diinformasikan kepada regulator, dalam hal ini FSA untuk mengawasi perusahaan.

Baca juga:

  • Mengajukan Permohonan Pinjaman Modal Usaha Selalu Gagal? Di sinilah letak kesalahannya
  • Meneliti Perkembangan Pinjaman Online di Indonesia Saat Pandemi
  • Mencari Pinjaman Online Liquid Liquid untuk Kebutuhan? Ini pilihannya
  1. Persetujuan pinjaman terlalu mudah

Perusahaan pinjaman fintech mereka yang beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku harus memiliki sistem dan strategi mitigasi risiko untuk memastikan pembayaran setiap pinjaman. Jika pinjaman terlalu mudah disetujui, pelaku bisnis harus curiga dan mencari lebih banyak tentang perusahaan.

  1. Informasi mengenai kegiatan pinjam meminjam tidak jelas

Perusahaan pinjaman fintech yang dapat dipercaya berkewajiban untuk memberikan informasi mengenai kondisi pinjaman dan pinjaman secara jelas dan terbuka, termasuk informasi tentang bunga, denda / penalti, dan risiko pendanaan.

  1. Bunga tidak terbatas

Perusahaan yang sudah memiliki lisensi dan secara resmi beroperasi di bawah pengawasan FSA diharuskan memiliki batas bunga. Jadi pastikan bunganya jelas sebelum mengajukan pinjaman.

  1. Denda keterlambatan pembayaran tidak terbatas.

Sama seperti bunga, denda keterlambatan pembayaran juga harus memiliki batas yang jelas. Jadi juga pastikan untuk menetapkan denda keterlambatan pembayaran yang jelas sebelum meminjam di perusahaan pinjaman fintech.

Tetapi jangan khawatir, bagi Anda yang membutuhkan dana mendesak, temukan daftar perusahaan pinjaman online legal dan legal yang terdaftar di OJK di sini. Berhati-hatilah dalam memilih dan menghindari menjadi korban berikutnya dari pinjaman online ilegal!

(DuniaFintech / Rasyid Baihaqi)

Posting Menjadi Korban Pinjaman Online? Memahami 7 Karakteristik Illegal Fintech muncul pertama kali di Fintech World.