Inilah Tiga Cara Fintech Lending Bertahan di Tengah Pagebluk

Bagaimana Fintech Lending Bertahan

DuniaFintech.com – Gejolak ekonomi yang terjadi pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia juga berdampak pada industri pembiayaan negara. Oleh karena itu, perusahaan harus memutar otak bagaimana fintech lender bertahan dalam kondisi saat ini.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan pembiayaan adalah menjaga arus kas perusahaan selama periode pandemi.

“Cara menjaga cash flow dan collection harus baik agar perusahaan bisa terus berjalan. Meski daya beli saat ini sedang menurun, tetap harus ada booking yang baik agar cash flow perusahaan tetap bagus. Ini salah satu cara fintech lending bertahan, ”kata Suwandi

Selain itu, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit bagi perbankan dan perusahaan pembiayaan. Namun, diharapkan pelaku industri pembiayaan terus melakukan langkah-langkah pembiayaan yang inovatif. Misalnya dengan mengembangkan kapasitas keuangan dan juga meningkatkan parameter manajemen risiko.

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan perseroan telah aktif melakukan persiapan lengkap untuk menjawab tantangan di tengah pandemi. Persiapan pertama adalah melaksanakan arahan OJK dalam melaksanakan kebijakan restrukturisasi.

Hingga Juli 2020, perusahaan pinjaman online ini telah merestrukturisasi 13.876 peminjam dengan total pinjaman mencapai Rp 47,3 miliar. Sedangkan seluruh nasabah yang mengajukan keringanan mencapai 36.478 nasabah.

Baca juga:

  • Aplikasi Cicilan Digital, Apa Manfaatnya? Periksa Di Sini Daftar Perusahaan
  • Pinjaman Fintech Ilegal Kembali Beredar! Bagaimana menanggapinya?
  • Sebelum mulai berinvestasi dalam P2P lending, kenali dulu apa itu TKB90 dan TKW90

Cara bertahan fintech lending selanjutnya adalah dengan meningkatkan manajemen risiko dengan meningkatkan parameter mitigasi manajemen risiko. Efrinal mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kualitas pembiayaan dengan meningkatkan akurasi data melalui verifikasi data, scoring calon debitur, penjaminan objek pembiayaan, dan asuransi jiwa bagi nasabah.

Persiapan akhir meliputi penguatan kompetensi pegawai terkait regulasi industri keuangan dan perlindungan konsumen. Kedua regulasi ini sangat penting untuk dijadikan tolak ukur agar Akulaku Finance dapat lebih meningkatkan pelayanan guna menjaga loyalitas konsumen, jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menjamin kualitas materi dan tenaga pengajar berpengalaman di industri keuangan, Akulaku bahkan menggandeng APPI. Dengan begitu diharapkan dapat memberikan pelatihan yang mendalam tentang industri pembiayaan.

Prinsip perlindungan konsumen yang dimaksud adalah transparansi informasi yang disampaikan kepada konsumen dengan jelas. Kemudian perlakuan yang adil bagi konsumen untuk mendapatkan akses yang sama terhadap produk keuangan sesuai klasifikasi yang ditentukan.

Selain itu pelayanan yang handal dan akurat dimana prosedur dan sistem infrastruktur serta sumber daya manusia harus berkualitas dan profesional. Tak kalah pentingnya adalah memastikan kerahasiaan data pribadi konsumen, serta menangani keluhan dan menyelesaikan sengketa konsumen dengan cepat.

(DuniaFintech / Drean M. Ikhsan)

Pos Tiga Cara Fintech Lending Bertahan di Tengah Pagebluk muncul pertama kali di dunia Fintech.