AFPI Canangkan Penyaluran Fintech Pinjaman Capai 89 T Tahun Depan

Pinjaman fintech AFPI

DuniaFintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau AFPI mengumumkan bahwa penyaluran fee untuk pinjaman fintech pribadi (P2P Lending) tahun depan mencapai Rp 89 triliun. Salah satu faktor adaptasi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan berbasis elektronik salah satunya.

AFPI mengacu pada data yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan volume fintech lending tumbuh dari tahun ke tahun (YoY). Pada tahun 2018, pembiayaan meningkat lebih dari 500% YoY dengan volume sebesar Rp 20 triliun. Sedangkan di tahun 2019 persentasenya meningkat 205% YoY dengan nilai Rp 58 triliun.

Kusheryansyah selaku Ketua Harian AFPI mengatakan pihaknya optimistis bisa menggelontorkan Rp. 60 triliun dan tumbuh 2 hingga 5% YoY. Sebelumnya jumlah ini sudah berkurang akibat pandemi COVID-19. Awalnya, pada 2020 diperkirakan akan menghasilkan volume pencairan hingga Rp. 86 triliun.

Kusheryansyah menuturkan, jika pandemi tidak melanda, diperkirakan pertumbuhan pada 2021 mencapai Rp 151 triliun.

"Kami optimistis tahun depan bisa mendapatkan angka Rp 89 triliun atau tumbuh 48% dari proyeksi tahun ini,"

Baca juga:

  • Bagaimana Mengelola Keuangan Anda Saat Anda Memiliki Mobil. Simak tips berikut ini!
  • Fintech Ini Menawarkan Hingga 20 Juta Pinjaman Tanpa Agunan, Ini Pilihannya
  • Bagaimana Cara Mendapatkan Bitcoin Tanpa Menambang? Lihat beberapa opsinya!

AFPI Targetkan Peningkatan Penyaluran Pinjaman Fintech

Kusheryasnyah mengimbau proyeksi pertumbuhan sebesar Rp. 89 triliun bisa tercapai jika berbagai syarat diselesaikan. Salah satunya adalah realisasi program National Economic Recovery (PEN). Selain itu, penemuan vaksin COVID-19 sedang dipercepat.

Lebih lanjut dia mengatakan, faktor pendukung yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatnya adaptasi dan penggunaan layanan digital, termasuk pinjaman tekfin di masyarakat. Permintaan pembiayaan diharapkan tumbuh positif.

Kusheryansyah juga menyampaikan bahwa penyelenggara perlu menangkap peluang dan pasar yang lebih luas. Sehingga potensi pertumbuhan akan terakselerasi.

"Beberapa platform fintech lending ditemukan tumbuh, bahkan ada yang mencapai 200%. Karena termasuk dalam sektor yang selama ini pandemi seperti kesehatan, ekosistem digital, logistik untuk kebutuhan bahan pokok, dan makanan kemasan,"

WorldFintech / Fauzan

Postingan AFPI yang Memproklamasikan Distribusi Pinjaman Fintech Mencapai 89 T Tahun Depan muncul pertama kali di dunia Fintech.